PENINGKATAN SDM POLTEKBA MELALUI KEGIATAN STUDI BANDING

Dalam rangka “Continuous Development”, Politeknik Balikpapan selalu berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya dimana salah satu upayanya adalah dengan melaksanakan kegiatan studi banding.Politeknik Balikpapan – Kemajuan yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam bidang pendidikan. Diantara pengaruh yang ditimbulkan dalam pendidikan adalah pola dan perilaku antara mahasiswa dan dosen, mahasiswa dan tenaga administrasi serta antara tenaga administrasi dan dosen. Pemberian pelayanan kepada seluruh civitas akademika tidak bisa terlepas pada pola, sikap dan pengetahuan serta wawasan tentang manajemen dan prosedur yang berlaku, baik itu dalam lingkungan kampus maupun dalam lingkungan masyarakat. Mengingat hal ini merupakan sesuatu yang esensial dalam menjalankan sebuah perguruan tinggi, maka peningkatan sumber daya manusia pun merupakan suatu kebutuhan.
kunjungan ke polbanPernyataan diatas merupakan salah satu hal yang mendasari Pihak Politeknik Balikpapan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, salah satu caranya adalah melalui kegiatan kunjungan studi banding. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh DR. Ir. Purnomo Soekirno, Direktur Politeknik Balikpapan beserta para Asisten Direktur, didampingi oleh 2 orang kepala bagian dan 2 orang staf, bertempat di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) pada hari Kamis tanggal 27 Nopember 2020 jam 10 pagi. Kunjungan tersebut diterima oleh PD I, PD IV, Ka. BAAK, dan Ka. BAUK Politeknik Negeri Bandung.

Asisten Direktur III Politeknik Balikpapan, Bambang Jati (17/12) ditemui di ruang kerjanyPudir IIIa menjelaskan bahwa POLBAN dipilih sebagai tempat kunjungan studi banding karena “POLBAN merupakan politeknik yang sudah mapan dan merupakan barometer dari politeknik – politeknik yang ada di Indonesia serta salah satu politeknik yang rekomendasikan oleh Prof. DR. Bambang Budiono sebagai salah satu institusi pendidikan yang tepat untuk dijadikan partner belajar ”, “ujarnya. Banyak masukan dan hal – hal positif yang bisa dipelajari dan diterapkan untuk pengembangan Politeknik Balikpapan pastinya. Sebagai salah satu politeknik mapan di Indonesia, Jajaran Manajemen POLBAN pun begitu antusias dalam membagi dan memberikan masukan/informasi yang berkenaan dengan sistem digunakannya baik itu sistem penjaminan mutu, kemahasiswaan, kepegawaian, keuangan dan juga akademik.

Bidang Kemahasiswaan

Dilihat dari Bidang Kemahasiswaan, Bambang menjelaskan hal – hal yang bisa dipelajari dari sana, yang Pertama adalah Dana mahasiswa yang berdiri sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada institusi. Dana tersebut diambil diawal pada saat penerimaan mahasiswa baru dan yang akan digunakan mahasiswa untuk membiayai kegiatan – kegiatan kemahasiswaan yang akan dilaksanakan. Kedua adalah masalah rekruitmen lulusan. POLBAN memfasilitasi pelaksanaan rekruitmen lulusan di 2 (dua) bulan tertentu yaitu di Bulan Maret dan Oktober dengan mengundang industri – industri untuk mendengarkan presentasi lulusan terlebih dahulu. Ketiga mengenai pengabdian masyarakat dimana POLBAN menggunakan hasil – hasil penelitian dan TA mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Bidang Akademik

Hal senada juga dijelaskan oleh Rohadi Effendy sebagai perwakilan dari Bagian Akademik. Pria yang akrab disapa AdiAdi ini menjelaskan bahwa banyak masukan yang bisa diambil mengenai akademik, diantaranya adalah pengolahan sistem EPSBED dimana penguasaan sistem ini bersifat desentralisasi jadi tidak terpusat pada satu bagian melainkan seluruh bagian harus mengetahui dan bahkan menguasainya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemberian data pada saat akreditasi. “POLBAN sudah menerapkan sistem online dalam setiap kegiatan akademiknya, mahasiswa pun bisa melihat langsung riwayat perkuliahannya dan nilai – nilai yang didapatnya selama kuliah melalui komputer yang tersistem online tersebut”, ujar adi saat diwawancarai di ruang kesekretariatan hari selasa lalu. Mahasiswa – mahasiswa POLBAN bisa mencetak KHS nya sendiri. Permasalahan – permasalahan mahasiswa pun ditangani oleh suatu komisi khusus yang disebut dengan “Komisi Disiplin”. Komisi ini yang menangani mahasiswa yang melanggar peraturan seperti kehadiran kurang, melakukan tindak kekerasan, narkoba dll. Adi menegaskan bahwa tindak lanjut yang paling penting dari kegiatan studi banding ini adalah Sinergisme seluruh pihak dari mulai jajaran Top Management sampai ke bawah untuk bisa menerapkan hal – hal positif yang didapat dari kegiatan studi banding tersebut serta selalu memberikan hal – hal terbaik untuk kemajuan POLTEKBA. (V3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *